LAPORAN PENANGANAN KARHUTLA G.IJEN dan G.RANTI, SELASA, 29 OKTOBER 2019
Selasa, 29 Oktober 2019
LAPORAN PENANGANAN KARHUTLA G.IJEN dan G.RANTI, SELASA, 29 OKTOBER 2019
1.TAHAP PERSIAPAN
Pukul 06.00 WIB
a. Tim Pemadaman Udara di Bandara Internasional Banyuwangi
- Briefing
- Persiapan, observasi, dan evaluasi penerbangan heli WB
b. Tim Titik Pengambilan Air
- Briefing
- persiapan, observasi, evaluasi, dan pengamanan sekitar titik pengambilan air
c. Kondisi Cuaca
- Cuaca Gunung Ijen dan Gunung Ranti terpantau dari wilayah Kab Banyuwangi cuaca cerah
- Seluruh Tim berada di posisi masing-masing sesuai rencana operasi untuk melaksanakan waterbombing
d. Unit Heli
Heli MI8-MTV melakukan pengecekan mesin dan Ground Run di Bandara Internasional Banyuwangi
2. TAHAP OPERASI
Pukul 06.46 WIB
a. Take Off
Heli MI8-MTV take off dari Bandara Internasional Banyuwangi dengan Crew Heli ditambah dengan pihak BKSDA, PERHUTANI dan BPBD.
b. Sasaran
WB untuk hari ini :
_1. Tamansari, Licin, Banyuwangi
S -8°5'7.026", E 114°15'52.716" (wilayah tersebut dan sekitarnya), Merapi ungup-ungup bagian selatan._
1. Sortie 1
- 6 (enam) kali pengambilan dan pemadaman
Pukul 06.46 WIB
Heli Take off melaksanakan observasi area sasaran dilanjut pengambilan air di perairan watudodol untuk bombing pertama
Pukul 06.51 WIB
Heli melaksanakan pengambilan air di perairan pantai watudodol untuk bombing pertama
Pukul 06.28 WIB
Heli melaksanakan bombing pertama di area yang telah ditentukan
Pukul 06.33 WIB
Heli melaksanakan pengambilan air di perairan pantai watudodol untuk bombing kedua
Pukul 07.50 WIB
Heli melaksanakan bombing kedua di area yang telah ditentukan
Pukul 07.55 WIB
Heli melaksanakan pengambilan air di perairan pantai watudodol untuk bombing ketiga
Pukul 08.11 WIB
Heli melaksanakan bombing ketiga di area yang telah ditentukan
Pukul 08.16 WIB
Heli melaksanakan pengambilan air di perairan pantai watudodol untuk bombing keempat
Pukul 08.33 WIB
Heli melaksanakan bombing keempat di area yang telah ditentukan
Pukul 08.38 WIB
Heli melaksanakan pengambilan air di perairan pantai watudodol untuk bombing kelima
Pukul 08.54 WIB
Heli melaksanakan bombing kelima di area yang telah ditentukan
Pukul 08.59 WIB
Heli melaksanakan pengambilan air di perairan pantai watudodol untuk bombing keenam
Pukul 09.18 WIB
Heli melaksanakan bombing keenam di area yang telah ditentukan
Pukul 09.35 WIB
Heli kembali ke bandara internasional banyuwangi untuk melakukan istirahat dan evaluasi.
Sortie 2
Pukul 10.48 WIB
Heli Take Off melaksanakan observasi area sasaran dilanjut pengambilan air di perairan pantai watudodol untuk bombing pertama.
Pukul 11.07 WIB
Heli melaksanakan bombing pertama di area yang telah ditentukan
Pukul 11.12 WIB
Heli melaksanakan pengambilan air di perairan pantai watudodol untuk bombing kedua
Pukul 11.30 WIB
Heli melaksanaka bombing kedua di area yang telah ditentukan.
Pukul 11.35 WIB
Heli melaksanakan pengambilan air di perairan pantai watudodol untuk bombing ketiga
Pukul 11.52 WIB
Heli melaksanaka bombing ketiga di area yang telah ditentukan.
Pukul 12.12 WIB
Heli kembali ke Bandara Internasional Banyuwangi.
WB hanya dpt dilakukan sebanyak 3 (Tiga) kali, dikarenakan titik operasi cuaca tidak mendukung karena angin sangat kencang dan tertutup kabut di beberapa titik pemadaman.
EVALUASI OPERASI
Selasa, 29 Oktober 2019
Pukul 12.30 WIB
- hari ini Heli WB cukup efisien melakukan tindakan penyiraman dengan obyek gunung Merapi selatan ungup-ungup sebanyak 2 sorti (9 kali pengambilan dan pemadaman air)
- kondisi titik api, sdh berkurang namun blm padam
- Target hari ini krg lbh 40 % krn Luasnya lahan yg terbakar di titik ungup - ungup.
RENCANA OPERASI, Rabu, 30 Oktober 2019
- Dengan lebih mengefektifkan kegiatan pemadaman menggunakan waterbombing,
- Diminta oleh crew heli agar semua tim dapat berkumpul di bandara internasional banyuwangi pukul 05.00 WIB dan akan dilakukan kegiatan mulai pukul 06.00 WIB
- Evaluasi yang telah dilaksanakan untuk lebih mengefektifkan penanganan Water Bombing di Sortie 1 (Pertama).
- Sasaran Pemadaman di G. Merapi Ungup - ungup blok lingkaran dan G. Ranti yang masih terdapat titik api.
Demikian laporan ini, perkembangan akan kami sampaikan selanjutnya.