Tujuan Dan Strategi

TUJUAN

  1. Meningkatkan perlindungan masyarakat bagi korban bencana, dan daerah rawapelestari bencana.
  2. Meningkatkan kedudukan dan peranan Ormas yang peduli pada penanggulangan bencana di daerah;
  3. Mengembangkan kreativitas masyarakat dengan mendorong kearah kehidupan soisal ekonomi yang lebih baik, bertanggung jawab dan mampu berkompetisi secara sehat dan dinamis.
  4. Memperbaiki dan meningkatkan kualitas warga negara dalam kehidupan masyarakat dan bernegara melalui pelatihan pencegahan dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana baik yang belum terjadi maupun yang sudah terjadi;
  5. Memelihara kewaspadaan masyarakat melalui pembentukan desa tangguh untuk daerah-daerah yang dipastikan waran bencana;

STRATEGI
Strategi yang perlu dilakukan dalam mewujudkan tujuan organisasi yang ingin dicapai ditentukan oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi guna menunjang keberhasilan tujuan organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banyuwangi dapat diidentifikasi melalui pendekatan analisa SWOT (Strengths, Weakness, opportunities dan Threats) sebagai media untuk menentukan faktor-faktor kunci keberhasilan organisasi, sebagai berikut:

1. Faktor Eksternal

Faktor eksternal terdiri dari Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threats).
Peluang (Opportunities)  

  • Masih adanya kebutuhan masyarakat terhadap peran pemerintah dalam penanganan bencana baik sebelum, saat maupun setelah bencana terjadi.
  • Partisipasi lintas sektoral maupun ormas, orprof, LSM dan perguruan tinggi dalam rangka peningkatan kesiapsiagaan penanggulangan bencana.

 Ancaman (Threats)

  • Kurang maksimalnya pengendalian penggunaan anggaran dalam pelaksanaan APBD.
  • Ketidak tahuan masyarakat terhadap data dareah rawan bencana.
  • Relatif tinggi potensi konflik di masyarakat (horizontal dan vertical)Faktor Internal

 

2. Faktor Internal


Kekuatan (Strengths)   

  • Adanya Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
  • Tersedianya Sumber Daya Manusia dan dukungan komitmen dari pimpinan.
  • Adanya akses yang baik kepada infra struktur dan substruktur lembaga.
  • Tersedianya anggaran untuk kegiatan pengendalian, pemantauan, pelaksanaan APBD.  

Kelemahan (Weaknes)

  • Kurangnya sosialisasi, koordinasi dan informasi mengenai peraturan-peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
  • Kurangnya tenaga, perencanaan, pengenalian, pemantauan, evaluasi pelaksanaan serta kurangnya sarana dan prasarana pendukung.
  • Belum optimalnya kwalitas Sumber Daya Manusia lemahnya sistim informasi manajemen
  • Terbatasnya anggaran  untuk pelaksanaan kegiatan.

Info Gempa Terkini


.

Situs Terkait